LIMA LANGKAH MENGATASI ANAK BOSAN BELAJAR DIRUMAH OLEH : Dra. UTARIYATI, M.Pd

 

LIMA LANGKAH MENGATASI ANAK BOSAN

 BELAJAR DIRUMAH

OLEH : Dra. UTARIYATI, M.Pd

 

 Alhamdulillah, terus bersyukur kepada Allah subhanahu wata’aalaa, bahwa kita, keluarga, murid dan semua orang-orang yang kita sayangi masih diberi sehat dan selalu dalam lindunganNya. Aamiin.

Sampai bulan Januari  2021, belum ada tanda-tanda bahwa kegiatan belajar di sekolah akan segera di mulai, hal ini disebabkan jumlah korban terpapar covid-19 semakin hari semakin bertambah. Sehingga mengakibatkan kegiatan pelayanan publik  dihentikan sementara, termasuk layanan pendidikan. Hampir 1 tahun anak-anak harus belajar dari rumah. Mereka harus berdamai dengan keadaan . Mereka belajar secara daring (dalam jaringan) bagi yang memiliki sarana dan tatap muka secara guling (guru keliling) bagi sebagian mereka yang ada di desa, namun demikian harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

 Terlebih untuk mereka yang masih ada dikelas satu Sekolah Dasar. Mereka seharusnya berada dimasa transisi dari lingkungan dalam keluarga ke lingkungan diluar keluarganya. Mereka belajar bertemu dengan teman-teman baru, guru baru dan tempat belajar baru. Tetapi saat pandemi covid-19 seperti saat ini, mereka tidak mengalaminya. Mereka tetap ada dirumah dengan orang-orang yang sama, suasana yang sama dan lingkungan yang sama,oohhh... betapa membosankan.

Berikut kami sampaikan beberapa langkah yang bisa diterapkan agar anak terhindar dari rasa bosan belajar di rumah.

1.      1.     Guru dan orang tua menjalin komunikasi yang harmonis dalam menyusun kegiatan belajar anak.              Terutama siswa kelas awal, karena sejak tahun ajaran baru mereka belum pernah melaksanakan               Kegiatan Belajar Tatap muka di sekolah.

2.    2.       Guru dan orang tua Menyusun dan menyepakati  jadwal belajar dan menyampaikannya kepada anak.      Jadwal dibuat dan ditulis dikertas dengan warna yang menarik perhatian anak, bisa juga ditambah          karakter gambar favorite anak, misalnya: gambar boneka, bunga, dora emon, gambar bola  dan                sebagainya.

    Dengan demikian, anak akan terkesan dan selalu mengingat kapan waktunya dia belajar. Jadwal             pertemuan belajar dibuat secara efektif dan efisien, tidak seperti saat tatap muka didalam kelas.             Bukankah materi pelajaran sudah mereka miliki, guru menjelaskan secara garis besar saja kepada         orang tua dan berharap mendampinginya saat anak belajar.

 3.  Menjelaskan secara sederhana tentang wabah Covid-19 yang terjadi saat sekarang

    dengan bahasa yang sederhana dan bagaimana mencegahnya dengan tindakan yang  bisa langsung         dipraktekkan oleh anak, misalnya:

1.      Mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir atau menggunakan handsanitezer setiap saat dan menyediakannya dirumah.

2.      Menjaga jarak, menghindari berkumpul dengan banyak orang, hal ini bisa langsung dipraktekkan saat belajar jangan berdekatan dengan teman-temannya.

Makanya sekarang tidak boleh belajar di sekolah, hal ini untuk mencegah penyebaran covid-19.

3.      Memakai MASKER atau FaceSeal, apabila keluar rumah. Sebuah kebiasaan baru dan harus dilakukan oleh siapa saja tanpa terkecuali. Orang tua dan guru harus memberikan contoh untuk selalu memakai masker yang standart untuk menjaga kesehatan. Pilih masker sehat dan modis sesuai dengan motif, gambar atau warna  yang disukai anak-anak (sekarang banyak pilihan).

guru dan orang tua

4.      Berolahraga dirumah, artinya melakukan kegiatan olahraga ringan yang bisa dilakukan bersama dirumah. Sediakan alat-alat olah raga sederhana Misalnya : bola, lompat tali, bulu tangkis, senam irama, dan berjemur sebentar dipagi hari. Mereka tidak akan merasa berjemur kalau dilakukan dengan dengan kegiatan olahraga ringan yang menyenagkan.

    Empat hal diatas tentunya harus dilakukan oleh orang tua sebagai panutan dan contoh dirumah. Anak disuruh pakai masker, maka orang tuannya harus pakai masker dulu. Begitu juga dengan pembiasaan lainnya , misalnya: sering cuci tangan atau memakai handsanitazer dan menghindari kerumunan atau menjaga jarak.


1.    4.      Membuat kegiatan yang selalu melibatkan anak diluar jadwal belajar. Misalnya: beribadah                      bersama-    sama anggota keluarga didalam rumah, membersihkan kamar, ruangan atau pekarangan         rumah, menanam bunga atau sayuran bersama, memberi pakan hewan ternak atau hewan peliharaan,      seperti ikan, burung, ayam, kucing dll intinya melibatkan mereka lebih banyak dalam kegiatan                dirumah. Sekali-sekali ajak berkomunikasi dengan burung, bersiul, menirukan ayam berkokok atau         apa saja yang akan membuat wajahnya ceria, bersemangat dan gembira. Sebab suasana hati yang            gembira juga menambah imun tubuh.

2.      5.   Guru memberikan penghargaan/ reword terhadap hasil pekerjaan anak dirumah. Libatkan orang tua         agar membuat pajangan hasil kerja siswa dirumah. Misalnya dengan memajang foto, merekam vidio      kegiatan anak. Anak akan merasa bangga dan tumbuh rasa percaya diri dan akan antusias apabila         diberi tugas selanjutnya. Tempatkan pajangan hasil karya  anak  ditempat yang mudah dilihat dan             terjangkau oleh anak, sehingga setiap saat anak akan dengan bangga menunjukkan hasil belajarnya         saat dirumah. Dokumentasikan setiap moment pertemuan dengan siswa melalui media sosial                 (facebook, youtube, dll) karena memang sudah tidak bisa dihindari kita berada di era digital. Dan kita       mengarahkannya agar menggunakannya dengan bijak.

 

Demikian tulisan ini  saya sampaikan berdasarkan pengalaman penulis sebagai guru didesa dan melaksanakan Guling (Guru Keliling ) disaat Pandemi Covid-19 ini. Berdamai dengan keadaan, selalu bersyukur terhadap nikmat yang Allah berikan, tetap melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, semakin kreatif dan mau belajar, bersemngat dan gembira  agar selalu tetap terjaga imun tubuh kita. Semoga Sehat Selalu.

#tugasday3

#k   #kabolMenulis-51 

M

Komentar