PUISI KEKUATAN CINTA
KEKUATAN CINTA
Oleh
: Dra. Utariyati, M.MPd
Direktur
PKBM Nurul Huda – Jember
Cerahnya
sore itu, menyambut kehadiranmu...
Semua
tampak indah, berseri...
Semesta
menyambutnya dengan ucapan Selamat datang sayang...
Gegap
gempita didada seolah tak bs ku pendam
Bangga
dan bahagia seolah ingin kutunjukkan
Dan
kau pun tersenyum dalam dekapan...
Hari berganti minggu
Minggu berganti bulan
Bulanpun berganti tahun...
Kaupun tumbuh mengikuti sang alam...
Sehat, lincah, cerdas, lucu
mengggemaskan dan terkadang
Menjengkelkan...
Semua rasa silih berganti dan sulit
di artikan
Ocehanmu adalah sebuah untaian kata
yang menyenangkan
Rengekanmu adalah sebuah irama yang
kurindukan
Bahkan tangisanmu sengaja ingin
kudengarkan...
Agar tangan ini bisa meraihmu dalam
dekapan
Sayang...
Jejak
kehidupan telah kau tapakkan
Meniti
tahap demi tahap tanjakan
Yang
tak boleh kau lewatkan
Walau
terkadang melewati kerikil tajam
Kadang
tanjakan, tebing yang curam dan bahkan
Kaupun
terjungkal...
Sakit,
tergores dan berdarah
Sayang...kuatlah
Aku
percaya kau akan membalut lukamu
Dengan
kain senyummu
Yang
akan menggendong asamu
Tuk
kau gapai dan kau persembahkan nanti
Sayang....
Siapkan kakimu tuk terus melangkah
Siapkan bahumu untuk memikul beban
Siapkan hatimu untuk terus mengingat-Nya
Bahwa tak ada kekuatan selain DIA yang
Maha Perkasa
Teruslah berdoa padaNya
Dalam setiap sujud siang dan malam
Sayang....
Teruslah
dalam langkah lurusmu
Tanjakan
dan tikungan tetap akan kau lewati
Angin
dan badaipun akan kau alami
Tapi
yakinku kau tak kan goyah
Karena
semua telah kau lewati
Berpeganglah
yang kuat, ikutlah iramanya
Waspadalah
dengan gelombangnya
Karena
lautan kehidupan akan kau lewati
Manis,
asin, pahit getir akan silih berganti
Kau
arungi...
Nikmati
semua rahmatNya
Yakinlah
akan KuasaNya
Karena
kekuatan CintaNya
Membuatmu
memenangkan semuanya
Pada
saatnya...
Kau
akan terima
Kaulah
pemenangnya
Pemenang
Kekuatan Cinta
Jember, 13 Agustus 2020
Spesial
Cintanya mama : Semoga Sholih dan Sholihah selamat dunia Akhirat
Puri
Ayu Pitaloka, Bagas Noval Airlangga dan Bintang Iqbal Mahardika
Komentar
Posting Komentar