Guru Kecil di Gudang Tembakau

Autobiografi

By Utariyati

#Challange1

KMO Basic Batch 33

Guru Kecil di Gudang Tembakau

 

Alhamdulillah...

Saya sangat bersyukur, menjadi seorang putra mandor PTP saat itu adalah sebuah kebanggaan tersendiri, pekerjaan rumah hampir semua dibantu oleh buruh gudang, mulai menyapu halaman rumah, memasak, mencuci dan mengantara ke sekolah adalah keistimewaan menjadi anak seotang mandor Tembakau PTP 27 Kebon Kertosari Jember

            Namaku Utariyati, para buruh gudang memanggilku dik Uut, setiap pagi setelah mandi dan berdandan rapi, sll pergi ke gudang induk. Karena memang jarak perumahan mandor sebagai rumah kami sangat dekat  dengan gudang induk. Ada pemandangan unik, para pekerja, atau buruh gudang yang memiliki anak kecil selalu dibawa masih dengan keadaan masih dibungkus selimut. Ada yang masih dalam keadaan tidur tapi ada juga yang sudah terjaga tapi masih dalam balutan selendang gendongannya. Selalu aku hampiri tiap pagi, mengajaknya berbicara, membawakan makanan kecil dan menemaninya saat orang tuanya melaksanakan pekerjaannya. Ada saatnya  Ayahku menghampiriku saat bersama anak2 pekerja gudang itu dan mengatakan “...Ayo bu guru sudah datang, bangun semua.....”

Kata-kata ayahku sangat lekat dalam ingatanku dan sangat yakin dan percaya bahwa kata-kata adalah doa.

            Keadaan itu sangat berkesan bagiku, saat bermain, aku bawakan kertas yang aku ambil dari kantor gudang dan alat tulis, mereka aku ajari menulis, menirukan tulisan bungkus kertas rokok, bekas, permen atau apa saja yang bisa ditirukan. Sedangkan aku sendiri masih belum sekolah, setiap pagi selalu aku ulangi lagi...sampai akhirnya aku bersekolah 6 tahun di SD, lanjut di SMPNegeri 3 Jember, karena saat itu sekolah SMP hanya ada di kota. Tiga tahun kemudian saya lulus dan alhamdulillah diterima di Sekolah Pendidikan Guru dan saya dimasukkan ke Asrama Putri. Dan Guru Kecil di gudang Tembakau itu sekarang menjadi seorang guru SD Negeri di saat pagi hari dan saat sore mengelola Lembaga Pendidikan Non Formal yang bernama PKBM Nurul Huda di Mumbulsari Jember yang di dalamnya ada PAUD dan  pendidikan Khusus untuk anak-anak yang DO di Formal, atau gagal formal  sehingga berkesempatan menyelesaikan pendidikannya sampai mendapatkan ijazahnya.

Kecintaan terhadap anak-anak kecil itu terus berlanjut sampai saat ini, sehingga tidak ada lagi ada anak kecil dibawa ke gudang tembakau di saat pagi buta, karena ada PAUD dengan guru-guru pendamping yang profesional tempat mereka ditampung untuk belajar dan bermain dengan aneka macam alat permainan. Alhamdulillah...

Pada tahun 2010, setahun setelah aku menyelesaikan S2ku, secara resmi kami hibahkan tanah warisan orang tua untuk bisa dibangun menjadi gedung PKBM tempat untuk kami dan mereka belajar. Kami adalah para guru-guru tetap akan terus belajar, mereka adalah semua peserta didik yang harus tetap dijaga semangatnya agar tercapai cita-citanya. Dan pada tahun 2018 lembaga kami sudah terakreditasi B, sebagai pencapaian dari segala usaha untuk meningkatkan pelayanan dibidang pendidikan.

Kini aku dan tiga anakku tetap tinggal didesa ini,  berusaha terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat dimana kami tinggal, dari mulai lahir, menjadi guru kecil di gudang tembakau sampai saat ini tetap di desa kecil yang bernama Mumbulsari, kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember Jawa Timur.

 

Pagiku di SDN Tamansari 02 Mumbulsari Jember

 


Komentar