BU GURU KAPAN MASUK..???

By : Utari - Jember

 

Jam dikamarku masih menunjukkan pukul 05.00 WIB

Segera kubuka jendela kamar, rasa dingin dan  segarnya udara pagi terasa sekali

Aktifitas seperti ini sudah hampir 3 minggu berjalan , sejak kebijakan pemerintah menghentikan semua kegiatan, termasuk sekolah  untuk menghindari penyebaran covid-19 . Hari-hari biasa jam seginii biasanya sudah disibukkan menyiapkan sarapan pagi untuk 2 anakku yang masih kelas 10 SMA dan kakaknya yang masih sibuk sibuknya menyelesaikan kuliah.

Tapi semua aktifitas itu seakan terhenti , sampai waktu yang belum tahu sampaikapan berakhir.

Rasa bosan dirumah  kadang hinggap dalam benak ini, terlebih rasa rindu akan celoteh anak-anak kelas 1 yang menyambutku dikelas dengan ucapan I love you...sambil membentangkan kedua tangannya menyambutku setiap pagi...Ya Allah semoga wabah ini segera berlalu, lindungi mereka ...

Kuambil gawai disebelah tempat tidurku, lalu kuaktifkan datanya, segera bunyi tanda pesan masuk bertubi-tubi terdengar menandakan banyaknya pesan yang belum terbaca.

Satu-persatu aku mulai membuka dan membacanya dr beberapa group WA , ada juga pesan dari nomor pribadi. Tapi aku lihat ada beberapa nomor baru yang mengirim vidio amatir yang direkam secara sederhana dan dengan penasaran aku buka...

No pertama.... 085xxx

Muncul sebuah vidio anak dengan menunjukkan buku tulis yang sudah tertulis rapi dengan gambar Pancasila yang sudah diwarnai...

                Assalaamualaikum...

                Saya Cinta....bu guru, PR saya sudah selesai

Hatiku berdegup kencang wajah itu begitu lekat dalam ingatanku walau belum setahun dia ada di kelas 1, anaknya besar, cerdas tapi mudah menangis kalau ada teman yang menjahilinya.

Ya Allah...bu guru rindu kalian juga nak

 

No kedua...081xxx

Seorang anak duduk dilantai dengan menunjukkan hasil pekerjaannya

                Assalaamualaikum...

                Assalaamualaikum... (sampai 2x)

                Nama saya Wardah, PR saya sudah selesai bu guru....

Runtuh sudah air mataku yang sejak tadi sudah mennggenang disudut mata. Ku pandangi lekat wajah polos itu, tetap dengan model rambut yang dikepang kebelakang dan suara yang gak begitu keras seperti tubuhnya yang mungil... aku jawab dalam hati , bu guru kangen kamu nak... kuusap air mata ini dengan tetap terisak sendiri dan kulanjutkan membuka pesan di nomor selanjutnya

   

No ketiga...082xxx

Vidio ketiga dengan posisi berdiri. Tangan kiri memegang buku di dada dan tangan mengucek matanya , dia menangis sambil menyampaikan pesan

                Assalaamualaikum... (suaranya parau tidak jelas)

                Bu guru...PR saya sudah selesai (bibirnya mewek)

                Kapan masuk???...

 Mia namanya,muridku yang paling sering terlambat menulis, sehingga paling sering aku duduk di sebelah kursinya untuk menemani menyelesaikan tulisannya.  Kuraba layar hpku...aku tergugu dengan pertanyaan lugu itu. Aku dekap hp ku seakan dia dalam pelukanku.  Sabar ya sayang... bu guru gak pernah menginginkan ini terjadi, semua ini di lakukan untuk kebaikan bersama. Harus pakai masker,mengurangi aktivitas diluar rumah, selalu cuci tangan, menjaga jarak ... Sehat selalu ya nak bisikku dalam hati.

                Pagi itu matahari enggan menampakkan wajahnya, seakan mengerti perasaanku setelah menerima pesan rindu dari murid-muridku. Aku berusaha mengembalikan tenagaku untuk menjawab satu persatu pesan yang dia kirim. Masih ada dua  pesan yang harus aku buka lagi tapi baru tiga saja seolah-olah mewakili perasaan teman2 mereka satu kelas atau bahkan satu sekolah. 

                Aku adalah guru kelas satu, satu-asatunya guru perempuan di SD ini. Selebihnya adalah guru laki-laki baik yang negeri maupun yang masih berstatus GTT. Konon sekolah ini adalah sekolah yang paling ditakuti oleh guru-guru yang mengalami mutasi. Sekolah paling jauh dr pusat kecamatan, satu-satunya sekolah yang melayani 2 dusun sekaligus sehingga jumlah murid setiap tahunnya selalu melebihi  kuota. Masyarakatnya sebagian besar masih sebagai buruh tani, buruh kebun dan peternak. Setiap tahun lulusan SD ini sangat jarang yang melanjutkan ke SMP atau MTs , kebanyakan mereka menganggur, melanjutkan di pondok pesantren sesauai keinginan orang tua atau bahkan menikah di usia yang masih belia. Ada juga sih yang melanjutkan tapi itu hanya bagi putra  Kepala desa atau Kader Posyandu yang sudah punya kesadaran tentang pentingnya pendidikan.

Tapi itu 10 tahun lalu saat ini sudah banyak perubahan, seiring dengan kemajuan tehnologi dan informasi melalui media Televisi, HP sangat berpengaruh terhadap pola pikir terhadap pendidikan anak .Walaupun tidak semua wali murid memiliki HP / android tapi setidaknya sebagian dr mereka sudah mendapatkan mafaat dr setiap perkembangan informasi . Mereka sadar bahwa pendidikan adalah hak anak, mereka sadar akan bahaya kawin diusia muda . Pertemuan rutin setiap awal tahun dan akhir tahun ajaran selalu digunakan sekolah untuk memberikan motivasi kepada wali murid tentang pentingnya pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak sebagai generasi bangsa. Merekalah yang akan menggantikan tugas bapak dan ibu guru kelak. Alhasil sebagian dari Wali murid itu bisa mengirim vidio dan pesan ke Hpku seperti  himabauan pemerintah untuk #belajardirumah selama pandemi covid-19 belum berlalu.

Sambil berjalan ketaman samping rumahku, aku bawa gawaiku untuk melanjutkan membaca pesan muridku yang lain. Kucari tempat duduk paling nyaman yang bisa membuatku sedikit tenang membaca pesan muridku selanjutnya. Kutarik nafasku dalam-dalam utk menyiapkan segala emosi yang akan tumpah nanti.

 

No ke empat...082xxx

                Tampak seorang anak memegang buku tulis menghadap ke depan dengan setengah menutup mulutnya, buliran bening sudah runtuh sebelum kata-katanya keluar , ingin rasanya aku menjerit dan memelukmu Ifa... gadis kurus hitam manis dengan rambut keriting yang selalu ada jebit kuning di  kepalanya. Dia paling rajin menyambutku setiap hari sebelum aku turun dari motorku. Dan dia akan selalu mendatangiku saat jepitnya sudah mau lepas . Bu guru akan dengan senang hati membetulkan jepit itu...gak perduli di lapangan, dikelas bahkan diruang guru, seolah-olah aku petugas khusus membetulkan jepitnya...Kangen sekali. Kuambil ujung jilbabku kututupkan kemukaku dan aku sandarkan tubuhku di kursi taman samping rumah, ya Allah...semoga kamu baik-baik saja ya nak.

No kelima...089xxx

                Aku klik nomor itu dan kulihat seorang anak laki2 mungil, dia Fikrih...muridku paling mungil ternyata yang ada dividio itu, awalnya hanya gambar ibu fikri berusaha tersenyum walau terpaksa... ternyata baru tahu anak itu sedang kurang sehat. Sebentar ibunya berkata ...ayo salam sama  buguru nak kata ibunya sambil menunjuk ke arah hpnya. Mata sayu Fikri melirik lemah...dan satu kata yang aku dengar... Bu guru kapan Masuk...Fikri kangen bu guru,...

 Allahu Akbar...kututup wajahku dengan hp masih menunjukkan gambar murid laki laki mungil itu’

Dengan segala kekuatan menahan haru , segera aku telpon nomor itu...ternyata yang menerima ibu fikri  , gak sabar rasanya hati ini ingin segera mendengar suaranya. Suara paling melengking di kelas satu, meski badannya paling mungil...

                Assalaamualaikum... sapaku

                (gak ada jawaban)....

                Assalaamualaikum Fikrih...(air mataku terus mengalir)

                (belum ada jawaban) walau suaraku terdenganr jelas disebarang

                Hampir aku mengulang lagi, tiba2...

                Bu Guru Kapan Masuk?...(suaranya parau)

Aku jawab dengan sekuat tenaga agar dia senang...

Sabar ya nak...bu guru pasti datang, fikri harus sehat yaa... dan harus makan agar cepat sembuh, bu guru akan nilai pekerjaan fikri tapi janji harus sembuh dulu, mau yaa....

 

Gak terasa saat adzan dhuhur sdh berkumandang, berarti sudah setengah hariku berlaludengan segenap rindu . Semoga Sehat semuaa.... dan kita kembali belajar sedia kala  #ILOVEYOU

 

 

               

               

               

               

 

 

 

               

               

               

            

 

 

 

 


Komentar

Posting Komentar